

 Amazon Redshift tidak akan lagi mendukung penggunaan Python UDF setelah 30 Juni 2026. Kami akan mulai menegakkannya secara bertahap. Untuk informasi lebih lanjut tentang detail opsi akhir masa pakai dan migrasi Python, lihat posting [ blog ](https://aws.amazon.com/blogs/big-data/amazon-redshift-python-user-defined-functions-will-reach-end-of-support-after-june-30-2026/) yang diterbitkan pada 30 Juni 2025. 

Terjemahan disediakan oleh mesin penerjemah. Jika konten terjemahan yang diberikan bertentangan dengan versi bahasa Inggris aslinya, utamakan versi bahasa Inggris.

# ST\_Force2D
<a name="ST_Force2D-function"></a>

ST\_Force2D mengembalikan geometri 2D dari geometri masukan. Untuk geometri 2D, salinan input dikembalikan. Untuk geometri 3DZ, 3DM, dan 4D, ST\_Force2d memproyeksikan geometri ke bidang XY-Cartesian. Titik kosong dalam geometri input tetap titik kosong dalam geometri keluaran.

## Sintaksis
<a name="ST_Force2D-function-syntax"></a>

```
ST_Force2D(geom)
```

## Argumen
<a name="ST_Force2D-function-arguments"></a>

 *geom*   
Nilai tipe data `GEOMETRY` atau ekspresi yang mengevaluasi `GEOMETRY` tipe. 

## Jenis pengembalian
<a name="ST_Force2D-function-return"></a>

`GEOMETRY`. 

Nilai pengidentifikasi sistem referensi spasial (SRID) dari geometri yang dikembalikan adalah nilai SRID dari geometri input. 

Jika *geom* adalah null, maka null dikembalikan. 

Jika *geom* kosong, maka geometri kosong dikembalikan. 

## Contoh
<a name="ST_Force2D-function-examples"></a>

SQL berikut mengembalikan geometri 2D dari geometri 3DZ. 

```
SELECT ST_AsEWKT(ST_Force2D(ST_GeomFromText('MULTIPOINT Z(0 1 2, EMPTY, 2 3 4, 5 6 7)')));
```

```
st_asewkt
-----------
  MULTIPOINT((0 1),EMPTY,(2 3),(5 6))
```